Minggu, 26 Februari 2017

Jokowi: Yang Naik Hanya "CABAI" Saja Kok Ribut...

Jokowi: Yang Naik Hanya "CABAI" Saja Kok Ribut...

Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta harga cabai yang naik tidak perlu dibesar-besarkan.

Hal ini disampaikan Jokowi saat bertemu dengan warga negara Indonesia di Sidney Australia, Minggu (27/2/2017).

"Jangan sampai ada yang sering naikkan isu, cabai Pak, harganya mahal sekali. Yang naik hanya cabai saja kok ribut," kata Jokowi seperti disiarkan dalam akun YouTube Presiden Joko Widodo.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PHIPS), per 19 Februari, harga cabai di wilayah pulau Jawa, Kalimantan, dan sebagian Sumatera masih stabil di harga tinggi.

Baca Juga : VIRAL!! Prabowo Rindu Dengan "Tamparan" Orang Yang Cukup Berpengaruh di Palu Ini. Inilah Alasannya..

Di Jakarta harga cabai rawit merah mencapai Rp 145.000 per kilogram, Banten Rp 141.000 per kilogram, Jawa Barat Rp 138.000 per kilogram, Jawa Tengah dan Timur Rp 125.000 per kilogram.

Sedangkan di Kalimantan Selatan Rp 122.000 per kilogram, Kalimantan Barat Rp 126.000 per kilogram, Kalimantan Tengah Rp 133.000 per kilogram dan Sumatera Selatan Rp 130.000 per kilogram.

Jokowi mengatakan, tingginya harga cabai murni disebabkan karena faktor cuaca.

"Nanti kalau musimnya dateng dia akan turun. Itu fluktuatif biasa jangan termakan... itu faktanya ia, tapi fluktuasinya seperti itu," kata Jokowi.

(Cuaca Buruk, Harga Cabai Rawit di Tasikmalaya Capai Rp 130.000 Per Kg)

Lagipula, Jokowi menilai tidak masalah harga cabai sedikit tinggi. Dengan begitu, para petani bisa mendapatkan keuntungan.

"Paling sehari buat sambal sekali. Atau seminggu dua kali kan," ucapnya.

Jokowi lalu membandingkan dengan isu lain seperti pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,02% pada 2016.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia, lanjut Jokowi, hanya kalah dari India dan China. Inflasi juga bisa ditekan dari 8,3 persen ke 3,02 persen.

"Banyak yang kita tidak tahu, jadi tidak mensyukuri," ucap Jokowi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar