Selasa, 21 Februari 2017

Agar TNI Kuat Lindungi Bangsa Ini, PANGLIMA GATOT Minta Kepada Ulama Untuk "Men-Doakan"

Panglima Gatot Minta Kepada Ulama Untuk "Men-Doakan"
JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Pol Gatot Nurmantyo memberikan apresiasinya atas peran serta dari para ulama dalam demo Bela Islam II, Jumat (4/11) lalu.

Meskipun para pendemo diprovokasi untuk berbuat anarkis, akan tetapi mereka tidak terpengaruh sama sekali, jadi demonstrasi yang diikuti ribuan umat muslim di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia dapat berjalan dengan aman, tertib dan damai.

Hal tersebut diutarakan oleh Gatot saat berdialog dengan beberapa ulama dari banyak daerah, di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, tadi malam (Sabtu, 5/11).

Saya sebagai umat Islam tahu betul bahwasanya saudara-saudara muslim saya yang melaksanakan demo kemarin adalah orang-orang baik yang berangkat dari masjid-masjid untuk menyampaikan aspirasinya,” kata Gatot.

Menurut Gatot, dalam dunia internasional beliau mengakui Islam di Indonesia dikenal dengan Rahmatan Lil Alamin. Gatot juga memaparkan, sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi, dirinya bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ditugaskan untuk mengamankan jalannya demonstrasi tersebut supaya terhindar dari anarkis serta tidak ditunggangi oleh kepentingan tertentu.

“Pada saat mengamankan jalannya demonstrasi, saya selaku Panglima TNI telah menegaskan kepada para prajurit yang berhadapan langsung dengan para pendemo, tugasmu adalah melindungi semuanya, namun apabila ada para pendemo yang melakukan anarkis bahkan radikal, maka yang kamu lindungi adalah rakyat Indonesia yang lebih besar, jangan sampai terkena dampak dari demo yang anarkis dan radikal tersebut,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Gatot memohon doa dan dukungan dari para ulama agar TNI semakin kuat melindungi bangsa ini, serta sebagai pengayom masyarakat demi tetap tegaknya NKRI.
Apabila ulama dan umaroh baik, maka baiklah negara ini, namun apabila ulama dan umaroh tidak baik, maka tinggal menunggu kehancuran suatu bangsa,” kata KH Zailani Imam yang turut hadir dalam pertemuan itu.

Dialog antara Panglima TNI dengan para ulama tersebut diikuti oleh beberapa pimpinan pondok pesantren, diantaranya Ponpes Babakan dan  Buntet Cirebon, Al-Huda Aceh Besar, Al-Mustakinia Bogor, dan Majelis Rosululloh serta Lembaga Islam An-Nahar. Dialog ditutup dengan pembacaan doa  oleh kiai Muhtadi Dimyati dari Ponpes Raudatul Ulum Cidahu, Cadasari, Pandeglang, Banten.(ts/rmol)

MUNGKIN INILAH YANG KITA CARI, DAN YANG KITA BUTUHKAN!!

SUMBER: POS-METRO.COM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar